Cincin Kawin, Kambing Hitam Percekcokan

cincin kawin

Orang yang bermasalah pada umumnya sering berpikir dan bertindak yang sifatnya tidak rasional alias diluar kelaziman orang berpikir pada umumnya. Ini sangat wajar sebab pikiran yang penat akan membawa orang kepada hal – hal yang tdak masuk akal. Termasuk dalam hal ini adalah menghubungkan cincin kawin yang dijual atau digadaikan dengan perpisahan yang terjadi pada orang tersebut. Disinilah keberadaan cincin kawin, kambing hitam percekcokan mulai kritis dipertanyakan keberlakukannya di masyarakat. Benarkah hal itu memang terjadi ?

Saat ini kita akan bicara sedikit ilmiah, karena berdasarkan jajak pendapat alias survey opini publik. Nah, berdasarkan survei yang dilakukan sebuah lembaga survey di Inggris, ternyata penyebab utama pertengkaran rumah tangga yang sering terjadi pada pasangan usia 35-54 tahun adalah masalah ekonomi atau keuangan. Permasalahan permasalahan keuangan ini jauh melebihi sebagai penyebab berbagai pertengkaran yang terjadi, termasuk pertengkaran karena pembagian tugas di rumah yang dirasa tak adil, pertengkaran akibat anggota keluarga lain, anak, seks, dan mantan kekasih. Jadi disini semakin jelas bahwa cincin kawin, kambing hitam percekcokan itu adalah benar adanya.

Lalu masalah keuangan atau ekonomi ini sangat subjektif tergantung kebutuhan personal dalam keluarga itu. Memang, sih hal ini akan sangat  tergantung kondisi, tipe, dan karakter pasangan. Namun senyatanya,  rata-rata istri lebih perhatian dengan masalah keuangan keluarga atau finansial karena lebih tahu kondisi di lapangan. Dalam arti dialah yang secara langsung membelanjakan keuangan itu. Mereka menganggap masalah keuangan di dalam keluarga adalah hal yang sangat prinsip. Yang sering menjadi masalah utama atau dipermaslahkan adalah karena kedua pasangan tidak saling memahami atau tidak menerima kondisi yang ada dengan apa adanya tadi. Kemudian memicu munculnya  pertengkaran. Nah, jadi bukan karena cincin nikah yang dijual, sebab cincin kawin, kambing hitam percekcokan  lah lebih dikedepankan. Kalau faktanya  kondisi keuangan keluarga  lagi sulit, dan  harus mengambil tindakan cepat dan darurat agar bertahan hidup, yaapa boleh buat cincin pernikahan dapat digadaikan atau dijual. Yang penting selama hal itu dilakukan atas kesepakatan berdua,  telah dibicarakan berdua imbasnya malah menyatukan keretakan tadi.

Leave a Reply